TEKNIK-TEKNIK PRAKTIKUM DI LABORATORIUM KIMIA

Banyak teknik kerja yang harus dikuasai selama melakukan percobaan di laboratorium kimia, diantaranya:

  1. Cara yang benar dalam mengambil zat-zat kimia dari botol :
    1. Bacalah etiket dengan benar sebelum memakainya
    2. Jangan sekali-kali mengembalikan zat yang telah diambil ke dalam botol. Jika terjadi kekeliruan dalam pengambilannya, dapat berakibat fatal. Sebaiknya jangan mengambil zat terlalu banyak dari dalam botol.
    3. Biarkan botol-botol reagen terletak di dalam rak, ambil secukupnya dengan tabung reaksi atau wadah lainnya untuk  keperluan percobaan.
    4. Memasukkan zat cair kedalam tabung reaksi mulut tabung harus diarahkan menjauhi anda maupun orang lain. Ketika terjadi super heating (ledakan) atau bumping dan percikan tidak akan mengenai tubuh maupun wajah.
    5. Untuk memanaskan zat cair dapat dipakai bejana gelas, labu bulat, erlenmeyer atau tabung reaksi. Labu ukur tidak boleh dipakai dalam proses pemanasan. Alat-alat dari porselen dapat dipanaskan sampai kemerah-merahan, usahakan tidak memasukkan secara mendadak agar tidak terjadi bumping (pelepasan uap secara tiba-tiba akibat super heating), sering terjadi pada peristiwa pemanasan zat cair. Peristiwa ini dapat dicegah dengan menambahkan batu didih atau pecahan gelas atau gelas pengaduk ke dalam cairan dan tempatkan nyala api tepat dibawah benda tersebut.

Batu didih, gelas pengaduk, dan pecahan gelas bukan berfungsi sebagai penghantar panas ataupun pemercepat panas tetapi berguna untuk meratakan panas, sehingga letupan terserap ke dalam benda tersebut. Dengan panas yang rata maka proses pemanasan atau pendidihan akan lebih cepat.

  1. Alat pembakar pada laboratorium yang paling sering digunakan ialah bunsen gas dan spirtus. Gas alam dan udara, masing-masing dialirkan melalui alat pengatur tersendiri dan bercampur dalam corong pembakar (bunsen gas). Nyala bunsen gas terdiri dari dua bagian, kerucut luar dan kerucut dalam. Kerucut dalam, pembakarannya sempurna sebab pencampuran udara dan gas terus berlangsung, sedangkan pada kerucut luar terjadi pembakaran tidak sempurna.

Nyala yang baik hampir tidak berwarna, sedangkan nyala yang kuning disebabkan berlebihnya gas pembakar sehingga pembakaran tidak sempurna. Pengaturan yang tepat, kerucut luar berwarna ungu dan kerucut dalam berwarna biru. Namun, jika pada kerucut dalam tidak terdapat warna nyala sedangkan diluarnya ungu, hal ini disebabkan terlalu banyaknya gas yang bercampur. Buka pengaturan udara dan kalau mungkin kurangi tekanan udaranya. Jika, kerucut dalam nyalanya terpisah dari burner dan kerucut luarnya ungu, ini disebabkan terlalu besarnya tekanan gas dan udara. Tutup pengatur tersebut dan kurangi tekanan udaranya.

  1. Bekerja dengan pipa gelas, beberapa tekniknya patut pula kita kuasai. Gelas soda lime (lunak) cepat menjadi lunak pada suhu 300-4000C dan mudah dilengkungkan. Namun, pada perubahan temperatur yang sangat mendadak gelas ini mudah pecah. Alat gelas yang banyak dipakai di laboratorium adalah gelas borosilikat yang meleleh pada temperatur tinggi, 700-8000C. Pyrex atau Kimax tahan terhadap perubahan temperatur yang mendadak, untuk melakukannya diperlukan nyala maksimum satu pembakar bunsen.
  2. Perlakuan dan pengukuran zat cair

Memindahkan zat dari suatu botol ke wadah lain dilakukan dengan mengalirkan melalui batang pengaduk. Agar tidak terjadi kontaminasi, tutup botol harus dipegang di antara jari-jari tangan. Untuk mengukur volume zat cair dengan teliti digunakan pipet dan buret. Pada penggunaan pipet, masukkan zat cair melebihi tanda garis, lalu tutup ujung pipet dengan telunjuk (ujung atas). Kemudian pindahkan pipet ke wadah lain, biarkan zat cair habis keluar dengan cara menempelkan ujung pipet pada dinding wadah. Jangan sekali-kali mengibaskan atau meniup pipet untuk mengeluarkan tetesan terakhir. Sedangkan untuk mengukur volume zat cair yang tidak membutuhkan ketelitian tinggi dapat dipakai gelas ukur, pembacaan volume dilakukan dengan menempatkan mata sejajar dengan permukaan zat cair, lalu baca bagian bawah miniskus.

  1. Memindahkan dan menimbang zat cair
    1. Pemindahan

Zat padat hendaknya dilonggarkan dulu agar mudah disendok atau dikeluarkan dari botol. Beberapa botol mempunyai tutup datar sehingga dapat diletakkan dimeja dengan arah terbalik agar tidak terkontaminasi. Cara yang baik mengambil zat padat dalam jumlah yang tepat ialah dengan cara mengetuk-ngetukkan wadahnya perlahan-lahan sambil menuangkannya. Seringkali menggunakan sendok atau spatula yang bersih untuk mengambil sejumlah kecil zat.

  1. Penimbangan

Beberapa jenis timbangan semi analitis mempunyai ketelitian yang cukup tinggi sampai 0.001 gram., contohnya timbangan single-arm. Timbangan ini memiliki lengan yang dapat mengayun bebas pada titik tumpu berupa ujung pisau yang bebas gesekan.

Tata cara menggunakan timbangan yang benar:

  1. Putar tombol pengontrol dengan hati-hati untuk mengangkat lengan dari titik tumpunya.
  2. Aturlah lengan kembali pada kedudukan semula sebelum meletakkan atau mengambil benda dari piring timbangan.
  3. Timbang zat-azt kimia dalam wadah, jangan sekali-kali meletakkannya langsung pada piring timbangan.
  4. Dinginkan dulu benda-benda yang panas sebelum penimbangan karena dapat menyebabkan kesalahan pada penimbangan (akan ada zat yang menguap).
  5. Hasil yang diteliti akan diperoleh bila benda yang ditimbang dipegang dengan penjepit, jangan memegangnya langsung dengan tangan sebab lemak dari tangan dapat menempel pada wadah zat yang akan diukur, lalu kesalahan pada penimbangan akan terjadi.

Timbangan lain yang sering di gunakan ialah timbangan triple-beam yang mempunyai ketelitian sampai 0,01 gram, yaitu untuk jenis triple-beam yang piringannya tergantung, sedangkan untuk triple-beam yang piringnya  datar memiliki ketelitian sampai 10-5 gram, biasanya  digunakan dalam penelitian yang membutuhkan ketelitian tinggi.

  1. Pembuatan larutan

Tutup botol asam pekat dibuka kemudian dituangkan melalui dinding gelas piala, setelah itu dituangkan ke gelas ukur sebanyak yang dibutuhkan. Siapkan beker glass (yang direndam dalam air), kemudian tuangkan aquadest kedalam beker glass sepertiga volume dari beker glass. Tuangkan asam pekat kedalam beker glass yang telah berisi aquadest, kemudian diaduk. Setelah larutan itu diaduk cukupkan volumenya dengan aquadest. Setelah larutan itu dingin pindahkan ke dalam ragen yang bersih.

  1. Pengendapan dan pemisahan endapan.

Pengendapan

Jika suatu reaksi kimia terjadi maka akan menimbulkan adanya suatu perubahan kimia. Salah satu perubahan kimia yang terjadi adalah dengan terbentuknya endapan. Endapan itu bermacam-macam bentuknya ada yang kasar, sedang, halus dan bentuk selai. Contoh, jika zat (A, B, C, dan D) dilarutkan dengan air suling kemudian diasamkan dengan beberapa tetes pengasam, didihkan dan beri pengendap maka akan terbentuk endapan.

Pemisahan endapan

DEKANTASI–>FILTRASI (larutasn disaring dengan kertas saring)–> SENTRIFUGASI (untuk menjernihkan pengendapnya, ketika filtrat masih butek)

  1. Penyaringan (filtrasi)

Cara standar untuk memisahkan endapan padat dari suatu cairan adalah dengan cara menyaringnya. Kertas saring berfungsi sebagai suatu saringan yang halus, ada kertas saring halus dan ada pula yang kasar, selain itu kualitasnya juga bermacam-macam.

Cara kerja yaitu pertama kali kertas sarng itu dilipat, kemudian ujungnya disobek sedikit. Lalu letakkan didalam corong penyaring sambil dibasahi agar dapat menempel dengan biak. Endapan yang sudah disaring dapat dicuci dengan menuangkan air diatasnya.

  1. Dekantasi

Proses pemisahan komponen-komponen campurang dengan cara dituang langsung. Zat padat dengan zat cair ataupun zat cair dengan zat cair yang tidak bercampur (suspensi). Zat padat seringkali dapat tenggelam kedasar bejana dan dalam hal ini sebagian besar cairan dapat dituangkan secara hati-hati tanpa mengganggu endapannya.

  1. Sentrifugasi

Proses pemisahan yang menggunakan gaya putaran atau gaya sentrifugal. Proses pemisahan ini mempunyai prinsip yang sama dengan dekantasi. Sentrifuge adalah alat untuk mempercepat proses pengendapan dengan menggantikan gaya gravitasi dengan cara sentrifugasi.

  1. Titrasi

Dilakukan untuk analisis kuantitatif. Buret dibilas terlebih dahulu dengan aquadest secukupnya. Kemudian bilas kembali dengan larutan titrant. Larutan standar (titrant) diisikan pada buret sampai batas garis skala nol, seka sisa larutan yang ada diatas, kemudian cukupkan sampai garis skala nol. Larutan sampel atau titrat yang akan dititrasi dimasukkan ke dalam erlenmeyer (jika perlu diencerkan dengan pelarutnya). Tambahkan indikaror pada larutan sampel atau titrat 2-3 tetes. Setelah itu erlenmeyer diletakkan dibawah ujung buret dan siap untuk dititrasi. Tangan kiri digunakan untuk memegang kran buret dan tangan kanan digunakkan untuk menggoyang-goyangkan erlenmeyer. Tambahkan sedikit demi sedikit larutan titran sampai terjadi perubahan warna pada larutan standar (titik akhir titrasi).

V1N1=V2N2 -> penetralan

Ketika dikocok berubah menjadi bening kembali maka belum sampai pada titik akhir.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s